Bubur Jagung Manis dari Aceh Jezz Bubur

informasi ini didapatkan dari kunjungan saya langsung ke tempat pemilik Aceh Jezz Bubur n berikut saya share laporan saya.

credit to: teman2 kelompok kewirausahaan FEUI progam Ekstensi 2011 :)

PROFIL USAHA

ACEH JEZZ BUBUR ( bubur jagung ) merupakan sebuah usaha keluarga yang di kelola secara profesional sejak tahun 2007 lebih tepatnya didirikan pada tanggal 07 Agustus 2007. AJB berfokus pada unit usaha aneka bubur, yang terus melakukan inovasi baru dalam menciptakan aneka bubur yang berlokasi dii jalan margonda raya no. 416, Depok, Indonesia 16426.

Saat ini usaha bubur jagung baru terfokus pada enam jenis bubur yang sangat dominan disukai oleh masyarakat, yaitu bubur jagung, bubur ketan saus durian, bubur jali, bubur ketan hitam, bubur kacang hijau, dan bubur sumsum. Dan diantara semua bubur, bubur jagunglah yang sangat disukai oleh masyarakat ( 70 % pelanggan memilih bubur jagung).

AJB telah berjalan selama hampir enam tahun, dalam kurun waktu tersebut kami telah mendirikan tiga buah outlet ( Banda Aceh, Depok, Cibubur) dengan penjualan mencapai antara 700 s/d 1000 porsi perhari. Omzet kotor yang kami peroleh sekarang kurang lebih antara Rp 10.000.000 s/d Rp.15.000.000 perhari dari ketiga outlet.

 

 

Profil dan sejarah PENGUSAHA: Teuku Chaidil, pemilik Jezz Bubur

 

Pada 25 April 1962 lahirlah Teuku Chaidil (pemilik ACEH JEZZ BURGER ) dari seorang ibu bernama Cut Nurhayati, Ayahnya bernama Teuku Adjoeran yang bekerja di kantor DOLOG. Teuku Chaidil mempunyai saudara kandung 9 orang dari dua ibu, ibu tiri sbernama Siti Sofiah, dan merupakan anak ke tiga, saudara laki laki ada 5 dan saudara perempuan ada 4. Tahun 1994 beliau lulus sekolah SMA dan diterima di Fakultas Pertanian Unsyiah dan menyelesaikan Kuliah pada tahun 1991.

Setelah menyelesaikan Kuliah pada tahun 1991 beliau mendapat pekerjaan di PT. SEMEN ANDALAS INDONESIA ( perusahaan Asing) pada departemen Public Relation untuk bidang Community Development dengan masa kontrak kerja 2 tahun. Keluar dari PT Semen Andalas pada tahun 1993 beliau bekerja di CV MIRZEN pada departemen pertamanan. Sambil bekerja di CV Mirzen kemudian beliau membuka sebuah unit usaha Burger di kaki lima pada tahun 1994 di jalan Teuku Umar Setui Banda Aceh dan merupakan PELOPOR BURGER di ACEH.

Pada tahun 1995 beliau ikut bergabung di perusahaan PT. KESAYANGAN PRAKARSA (Kontraktor dan Suplier) untuk menduduki jabatan Manager Perusahaan dengan membawahi 7 anak perusahaan. Sambil bekerja di PT. Kesayangan Prakarsa beliau pindahkan usahanya ke kota Lhokseumawe/Aceh Utara. Dikota Lhokseumawe tepatnya di depan radio DIPRA tersebut beliau harus memulai dari nol kembali. sehingga omzet penjualan menurun dibandingkan dengan di banda aceh. Usaha di Lhokseumawe hanya berjalan satu tahun saja, kemudian usaha tutup ditutup dan beliau berkonsentrasi pada pekerjaannya. Setelah cukup banyak pengalaman sebagai Manager Keuangan di PT. Kesayangan Prakarsa, beliau akhirnya memutuskan untuk hijrah ke kota Jakarta pada tahun 1997 untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi.

Namun karena di Jakarta beliau tidak juga mendapatkan pekerjaan, akhirnya beliau kembali ke Aceh untuk mencoba berbisnis kembali. Akhirnya beliau kembali mencoba bisnis burger lagi. Namun usahanya tersebut tidak berjalan dengan mulus karena kurangnya modal untuk memulai dan mengembangkan usaha. Perubahan drastis mulai dilakukan untuk mengembangkan usaha, pertama beliau melakukan perubahan kualitas burger yang lebih baik, kedua menata outlet yang lebih indah, ketiga menjaga kebersihan outlet, keempat menciptakan kehangatan hubungan dengan pelanggan dengan bersikap ramah, kelima mempercepat kerja. Setelah lima langkah tersebut mampu dilakukan dengan baik maka mulailah beliau mengemas sebuah publikasi yang unik. Publikasi tersebut adalah dengan membuat sebuah potongan papan triplek ukuran 60 x 15 cm dengan tulisan JEZZ BURGER pada baris atas dan tulIsan JL. MUGAYATSAH 8 dengan perpaduan warna yang sangat kontras dan indah dan ditempatkan di sepanjang jalan-jalan protokol sehingga dapat banyak menarik konsumen.

Setelah beberapa waktu restoran JEZZ BURGER berubah nama menjadi JEZZ CAFE dan pindah lokasi di jalan Teuku umar Banda Aceh. Pada awal 1999 JEZZ CAFE mulai berjualan dengan format CAFE TERBUKA. Format cafe model seperti ini belum ada saat itu sehingga ini menjadi daya tarik bagi kawula muda Banda aceh.

Ramainya pengunjung yang datang ke JEZZ CAFÉ membuat perusaan Rokok A mild ikut mempromosikan produknya di Café, Kerjasamapun ditandatangani dan A Mild mempunyai hak eklusif untuk beriklan di Café, seluruh café dipenuhi oleh materi iklan A Mild. Hak eklusif lainnya yang di dapat, mereka bisa menyelenggarakan LIVE Musik serta mendatangkan artis ibukota.
Saat itu JEZZ CAFÉ benar benar menjadi TRADE MARK bagi kawula muda banda aceh untuk kongko kongko sore dan malam.

Seiring dengan berjalannya waktu, pemilik JEZZ CAFE merasa perlu melakukan perubahan terhadap kafenya terkait dengan kepercayaan yang diyakininya. Perubahan – perubahan tersebut antara lain adalah pertama menutup warung pada waktu shalat, kedua tidak lagi menjual rokok, ketiga tidak lagi menyelenggarakan live musik,  sedangkan menyedikan makan di tempat dan tidak adanya karyawan wanita belum diberlakukan saat itu.

Dengan banyaknya perubahan drastis yang dilakukan membuat kaula muda mulai menjauh dari JEZZ CAFE. Angka penjualan pun turun drastis, dari bulan ke bulan. Sebelum diberlakukannya sistem dagang menurut syariat, JEZZ CAFE bisa memperoleh keuntungan satu bulan mencapai 25 juta, maka ketika diberlakukan peraturan seperti itu hanya memperoleh keuntungan 2, 5 juta per bulan.

Kemudian pemilik akhirnya mencoba menu lain untuk dicoba dijual yaitu bubur kanji rumbi. Pada awal bulan 7 tahun 2007 setelah berkonsultasi dengan istri dan ibunda beliau, kemudian disepakati untuk menambah menu dagangan yaitu bubur tradisional aceh BUBUR IE BU PEUDAH. Namun  penjualan tetap saja hanya sekedar dapat memenuhi kebutuhan sehari hari.

Singkat cerita pemilik akhirnya memindahkan lokasi jualannya karena kurangnya modal. Setelah mencari ide kira-kira menu makanan apa yang berpotensi dijadikan usaha akhirnya pada suatu sore muncullah ide dan kesempatan untuk menjual bubur ketan hitam. Dengan penuh keberanian keluarga pemilik  sepakat untuk coba menjual bubur ketan hitam dan bubur kacang hijau. Satu minggu sebelum penjualan telah dipasang spanduk di depan warung dengan tulisan SEGERA HADIR BUBUR KETAN HITAM DAN KACANG HIJAU.
Antusias pengunjung ternyata baik dan banyak menanyakan kapan mulai jualan.

Tepat saat launching kedua bubur tersebut habis hanya dalam hitungan satu jam, keesokannya pemilik menambah porsi dan buburpun terjual habis, begitu seterusnya hingga penjualan terus mengalami peningkatan. Pada bulan pertama penjualan mencapai 100 porsi, bulan kedua 150 porsi, bulan ketiga 200 porsi, bulan ke empat 250 porsi, bulan kelima 300 porsi. Jenis buburpun ditambah dengan BUBUR SUMSUM, BUBUR AYAM DAN BUBUR SAGU.  Satu tahun setelah menjual aneka bubur (2008) kami menciptakan inovasi baru dengan menghadirkan BUBUR JAGUNG dan terbukti bubur jagung memiliki pasar yang cukup potensial.

Pada tahun 2010 akhirnya pemilik bersama istri kembali ke Jakarta dengan membuka cabang baru. Selama satu bulan pemilik mensurvei kompetitor dan area penjualan, hingga akhirnya pilihan jatuh di kota Depok, dengan pertimbangan biaya sewa masih tergolong murah ( 50 % ) dibandingkan dengan Jakarta, disamping itu juga lokasinya yang dekat dengan tempat tinggal beliau.

Dengan bermodal Rp 300 juta pemilik membuka outlet di depok, Outlet tersebut ditata sedemikian rupa dengan corak warna yang menyolok dan indah. Untuk design background kami serahkan ahli design, sedangkan pola tata ruang pemilik sendiri yang design.  Untuk menarik minat pembeli maka dibuat tagline
“BUBUR JAGUNG….. JANGAN BELI NANTI BISA KETAGIHAN”.

 

MANAJEMEN BUBUR JAGUNG

Manajemen Produksi

Usaha bubur jagung Aceh menggunakan bahan-bahan berkualitas nomor satu ataupun impor. Menurut pemilik bahan-bahan tersebut akan menghasilkan kualitas output yang lebih baik sehingga tidak akan mengecewakan pelanggan. Pemilik bukan berarti tidak mencintai produk lokal, hanya saja bahan lokal tersebut sudah dicoba namun kualitasnya kurang memuaskan. Namun jika memang ada bahan lokal yang kualitasnya cocok maka pemilik pun tidak akan segan menggunakannya. Untuk resep bubur jagung pada awalnya pemilik mendapatkannya dengan browsing di internet. Resep yang ada tidak langsung digunakan oleh pemilik. Beliau melakukan sedikit inovasi dengan mengubah resep awal dan metode yang digunakan secara bertahap hingga menjadi bubur jagung yang ada seperti sekarang. Oleh karena itu, pemilik tidak bisa memberikan detail resep bubur jagung yang ada karena merupakan rahasia perusahaan. Hingga saat ini bubur jagung memproduksi 700 porsi bubur jagung tiap harinya untuk kios di daerah Depok dan Jakarta.

Manajemen Pemasaran

Pemilik memiliki alasan tersendiri mengapa menjual bubur jagung. Seperti yang telah diungkapkan pada segmen sejarah, pemilik ingin menjual makanan yang unik dan belum banyak dijual di pasaran. Hal tersebut dapat menciptakan peluang pasar yang cukup luas karena masih sedikitnya pesaing. Karena hal tersebut juga lah pemilik dengan berani menggunakan nama brand BUBUR JAGUNG. Walaupun sebenernya menu bubur lain seperti bubur kacang ijo dan bubur ketan juga dijual di gerai tersebut, namun pemilik memiliki keyakinan brand tersebut mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dan dapat menarik minat konsumen lebih besar.

Bubur Jagung memiliki tagline yang unik yaitu “Jangan Beli … Nanti Bisa Ketagihan”. Tidak sedikit pelanggan yang awalnya mencemooh atau mengejek tagline tersebut, namun seiring berjalannya waktu mereka akhirnya menjadi penasaran dan mencoba bubur jagung tersebut. Pemilik sendiri menggunakan efek psikologis yang mana jika seseorang dilarang melakukan sesuatu maka secara tidak sadar orang tersebut akan melakukan hal yang dilarang itu. Dengan konsep keyakinan tersebut tercetuslah ide membuat tagline unik yang dibuat oleh pemilik sendiri dengan harapan calon konsumen akan penasaran dan langsung datang ke gerai.

Setelah mendapatkan kepercayaan konsumen, langkah paling penting selanjutnya adalah bagaimana memelihara kepercayaan tersebut agar pelanggan bersedia menjadi pelanggan yang loyal dan setia. Bubur jagung selalu menjaga hubungan baik dengan pelanggan dengan cara memberikan pelayanan dan kualitas produk yang maksimal setiap harinya. Produk yang sudah jadi dijaga kualitasnya dengan melakukan evaluasi sebelum dikirim untuk dijual. Jika ada kesalahan pada proses produksi, pihak bubur jagung selalu dengan jujur mengakui kekurangan tersebut kepada pelanggan. Selain itu, pihak bubur jagung juga mengganti kerusakan yang mungkin terjadi pada bubur misalnya saja bubur yang dibeli jatuh atau basi sebelum waktunya.

 

Strategi Pemasaran 4P – Product (Produk)

Pemilik lebih memilih menjual bubur jagung dengan cita rasa manis walaupun mungkin dibenak sebagian konsumen, bubur jagung lebih identik dengan cita rasa asin seperti sup jagung. Menurut pemilik, makanan dengan cita rasa manis lebih disukai oleh konsumen dan frekuensi pembeliannya pun dapat lebih tinggi jika dibandingkan dengan bubur jagung dengan cita rasa asin. Pemilik menggunakan mangkuk plastik untuk bubur jagung karena sistemnya yang take away.

 

Strategi Pemasaran 4P - Price (Harga)

Pemilik menetapkan harga bubur jagung dan menu bubur lain jauh di atas rata – rata harga bubur sejenis. Pemilik menetapkan keputusan tersebut berdasarkan pengalaman dan observasi. Bubur sejenis umumnya berada di bawah harga bubur jagung namun ada pula yang berada di atasnya. Jadi untuk mengambil jalan tengah sekaligus untuk mengcover semua biaya tak terduga yang mungkin timbul pemilik menetapkan harga segala jenis bubur per porsinya Rp 15.000,-. Biaya tak terduga yang mungkin timbul antara lain biaya resiko, biaya kenaikan bahan baku di masa yang akan datang, serta biaya subsidi silang terhadap penjualan yang berlokasi di daerah Jakarta.

 

Strategi Pemasaran 4P – Promotion (Promosi)

Pada awalnya gerai bubur jagung berdiri, pemilik mengandalkan keunikan menu yang ditawarkan, tagline yang membuat penasaran dan gerai eye catching yang membuat calon konsumen tertarik. Terbukti dengan paket lengkap tersebut banyak pengunjung yang tertarik dan akhirnya menyebarkan pengalamannya menikmati bubur jagung kepada orang lain. Bubur jagung tidak pernah melakukan promosi khusus untuk memperkenalkan produknya ke konsumen. Hingga saat ini promosi banyak dibantu oleh media cetak maupun elektronik yang mana berlomba-lomba menampilkan rubrik atau program televisi mengenai makanan unik dan inovatif dari berbagai daerah. Bahkan bubur jagung sudah diliput hingga 18 stasiun televisi baik lokal maupun nasional. Karena adanya promosi dari berbagai media tersebut, hanya dalam hitungan bulan saja sudah terlihat perbedaan yang signifikan terhadap penjualan bubur jagung.

 

Strategi Pemasaran 4P – Place (Distribusi)

Bubur jagung Aceh JEZZ Bubur saat ini memiliki empat cabang yang berlokasi di Aceh, Depok, Cibubur dan Kelapa Gading. Aceh adalah gerai pertama yang didirikan oleh Teuku Chaidil untuk selanjutnya beliau mencoba peruntungan di Kota Depok dan terbilang sukses. Menyusul gerai cibubur dan Kelapa Gading yang baru saja dibuka. Menurut pemilik, tiap daerah memiliki ciri khas dan tantangan masing-masing yang berbeda yang mana memberikan hasil yang berbeda pula.

             Manajemen Keuangan

Bubur jagung menerapkan sistem Syariah Islam dalam usahanya. Sistem ini diterapkan oleh pemilik pada gerai dan cara berbisnisnya. Penerapan tersebut antara lain dapat dilihat dari tidak adanya sistem makan di tempat (hanya tersedia sistem take away)pada gerai Bubur Jagung, gerai yang tutup pada waktu-waktu salat, dan karyawan yang hanya laki – laki dan diharuskan menggunakan pakaian model gamis. Pemilik juga menggunakan modal yang 100% bebas riba dengan cara meminta pinjaman kepada kerabat atau keluarga. Dengan menetapkan sistem usaha berbasis Syariah Islam tersebut, pemilik merasa lebih yakin dengan hasil yang di dapat dan merasa bahwa sistem tersebut lah yang terbaik untuk dirinya dan keluarga.

Manajemen Sumberdaya Manusia

Karyawan yang bekerja di Bubur Jagung tidak melalui rekruitmen khusus. Pemilik tidak menetapkan kriteria khusus pada karyawan nya selain bersedia bekerja keras dan jujur serta taat. Beliau hingga saat ini masih mempekerjakan kenalan nya sehingga dapat lebih dipercaya dan dipantau kinerjanya. Karyawan diberikan percobaan selama 3 bulan di awal sebagai pelatihan untuk melihat kinerja dari karyawan tersebut. Khusus karyawan bagian produksi telah diberikan SOP langkah-langkah pembuatan menu bubur yang di jual di gerai ini.

RENCANA MASA DEPAN BUBUR JAGUNG

Pemilik bubur jagung tidak mudah merasa puas dengan hasil yang telah diperolehnya saat ini. Bersyukur selalu dilakukan oleh pemilik, salah satunya adalah dengan cara mengembangkan bisnis Aceh jEZZ Bubur yang sudah ada sekarang menjadi lebih besar lagi. Pemilik berencana untuk membuka gerai – gerai tambahan di daerah sekitar Jabodetabek jika peminat bubur jagung terus meningkat. Selain itu, pemilik juga berusaha menjadikan usaha bubur jagung memiliki sistem Franchise, yang mana hingga saat ini masih dalam tahap penelitian karena pemilik tidak ingin menanggung beban moral kepada orang-orang yang berminat dengan sistem ini. Pemilik juga terus berusaha melakukan inovasi produk baik berupa bubur maupun produk lain. Saat ini Aceh JEZZ Bubur telah menjual aneka macam puding buah yang unik seperti puding markisa, buah naga, melon, strawberry, jagung, dan mangga. Namun yang telah pemilik coba jual hanya tiga varian rasa yaitu puding jagung, markisa, dan buah naga dengan harga per cup nya Rp 15.000,-.

About these ads