Permintaan Uang

Perbedaan definisi antara uang, pendapatan dan kekayaan akan dijelaskan sebagai berikut:

  • Pendapatan :

Bagi seorang pekerja pendapatan adalah jumlah uang yang diterima dari perusahaan sebagai imbal hasil dari pertukaran jasa yg ia berikan kepada perusahaan dimana ia bekerja. Dalam bisnis, pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan/atau jasa kepada pelanggan. Bagi investor, pendapatan kurang penting dibanding keuntungan, yang merupakan jumlah uang yang diterima setelah dikurangi pengeluaran.

  • Uang:

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Jenis-jenis uang, yakni sebagai berikut: koin dan uang kertas, dan checkable deposito.

  • Kekayaan :

Kekayaan dalam arti ekonomi adalah nilai semua aset yang dimiliki dikurangi semua kewajiban utang pada waktu tertentu. Asset dapat berupa uang berikut jenis-jenisnya dan juga dapat berupa obligasi yang dapat memberikan return berupa bunga positif, tetapi obligasi tidak dapat digunakan untuk transaksi.

 

Proporsi uang dan obligasi yang paling sesuai untuk dimiliki adalah tergantung terutama pada dua variabel:

  • Tingkat level transaksi
  • Tingkat bunga obligasi

 

Permintaan uang diartikan sebagai kebutuhan masyarakat akan uang tunai. Menurut John Maynard Keynes ada 3 motif yang mempengaruhi permintaan uang tunai oleh masyarakat. Ketiga motif tersebut yaitu:

  • Motif Transaksi (Transaction motive)
  • Motif Berjaga-jaga (Precautionary motive)
  • Motif Spekulasi (Specualtive motive)

 

1. Permintaan uang untuk transaksi (transaction demand)

Terkait dengan fungsi uang sebagai alat tukar, kita menggunakan uang untuk membeli barang dan jasa atau untuk membayar tagihan. Permintaan uang untuk transaksi memiliki hubungan positif dengan pendapatan. Jika pendapatan naik, maka permintaan uang untuk keperluan bertransaksi juga meningkat.

2. Permintaan uang untuk berjaga-jaga (precautionary demand)

Permintaan terhadap uang bisa saja karena orang ingin berjaga-jaga terhadap suatu peristiwa yang tidak dikehendaki seperti sakit, kecelakaan, kebanjiran dan kebakaran. Permintaan uang untuk berjaga-jaga juga memiliki hubungan positif dengan pendapatan.

3. Permintaan uang untuk spekulasi (speculative demand)

Spekulasi berarti melakukan sesuatu tindakan atas dasar ramalan perubahan nilai harta di masa depan. Jika seorang spekulan meramalkan bahwa harga rumah, nilai saham, atau harga emas akan meningkat dimasa depan, mereka akan membeli rumah, saham, atau emas, dan bukan menyimpan uang. Jadi, dalam hal ini spekulan berharap bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga rumah, saham, atau emas di masa depan. Ini tentu dengan sendirinya mengurangi permintaan uang.

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan uang adalah sebagai berikut.

  • Besar-kecilnya pembelanjaan negara yang berkaitan dengan pendapatan nasional.
  • Cepat atau lambatnya laju peredaran uang.
  • Motif-motif masyarakat dalam memiliki uang.

 

Kecepatan peredaran uang dipengaruhi oleh faktor berikut.

  • Kebiasaan pembayaran konsumen, apakah tunai atau angsuran, sebab ini akan berpengaruh terhadap jumlah uang yang diminta pada saat ini atausaat mendatang.
  • Frekuensi pembayaran pendapatan.
  • Praktik-praktik bank, hal ini berkaitan dengan keluar masuknya uang melalui bank.
  • Keadaan psikologi masyarakat dalam menggunakan uangnya